Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya prosentase ketercapaian atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) = 65 yang di peroleh siswa kelas II A SD. Dari jumlah siswa 41 orang yang mengikuti tes formatif pada pembelajaran PAI tentang keterampilan berwudhu, hanya 18 orang siswa yang dapat di nyatakan lulus (43,9 %) dan sisanya sekitar 23 orang dinyatakan belum lulus (56,09 %). Data tersebut menunjukan bahwa hasil belajar dalam bahan ajar tersebut dapat di nyatakan belum tuntas. Ketidak tuntasan tersebut terlihat dari bukti prosentase kelulusan seluruh siswa hanya mencapai 43,9 %. Prosentase tersebut jauh dari standar ideal antara 80 % - 100 %. Bahkan prosentase kelulusan tersebut ternyata lebih kecil dari pada prosentase ketidak lulusan. Oleh karena itu untuk masalah tersebut perlu di adakan remedial klasikal. Proses remedal klasikal dalam masalah ini penulis lakukan melalui kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rumusan panelitian ini adalah “Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Tentang Keterampilan Berwudhu Di Kelas II A SD”.
Adapun tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui keefektifan metode demonstrasi dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap keterampilan berwudhu di kelas 2 SD.
2. Untuk mengetahui kelebihan metode demonstrasi dalam meningkatkan minat siswa pada pembelajaran keterampilan berwudhu.
3. Untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan pembelajaran berwudhu di kelas 2 SD.
Hasil penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam 2 siklus dapat di simpulkan sebagai berikut :
1. Selama dilaksanakan PTK tentang “Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Tentang Keterampilan Berwudhu Di Kelas II A SD” telah berlangsung dengan baik dan lancar.
2. Kegiatan pembelajaran PAI tentang keterampilan berwudhu dengan menggunakan metode demonstrasi ternyata cukup efektif terhadap peningkatan minat dan hasil belajar siswa